Perjuangan Aliwongso Halomoan Sinaga Selamatkan 300 Hektar Sawah di Simalungun

Bagikan:
Aliwongso Sinaga foto bersama masyarakat usai mengecek irigasi yang diperbaiki.

SIMALUNGUN– “Kami tidak bisa pindah ke lain hati. Masyarakat di sini mendukung Aliwongso Sinaga. Bapak Aliwongso Sinaga sudah banyak berbuat untuk masyarakat,” ujar P Samosir, saat menyambut kedatangan Calon DPR RI, Ir Aliwongso Halomoan Sinaga di Nagori Pamatang Panombean, Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun, Rabu (6/2/2019).

Samosir menceritakan, irigasi tersebut bisa terbangun berkat perjuangan Aliwongso Halomoan Sinaga yang mengucurkan dana dari pemerintah pusat. Anggaran yang bersumber dari Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) sebesar Rp250 juta secara langsung dikelolah masyarakat.

Aliwongso Sinaga mengecek irigasi di Pamatang Panombean.

“Dana itu tidak mungkin bisa turun ke masyarakat Pamatang Panombean kalau tidak bantuan Aliwongso Halomoan Sinaga. Dengan adanya dana itu, masyarakat yang langsung membangun irigasi tersebut secara swakelola. Sehingga kualitasnya terjamin dan hingga saat ini masih bagus dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” papar Samosir.

Aliwongso Sinaga menyapa masyarakat Pamatang Panombean.

Lanjut Samosir, irigasi tersebut mengaliri 300an hektar lahan persawahan masyarakat di dua Desa, yakni Desa Pamatang Panombean dan Simbolon Tengkoh. Sebelum adanya perbaikan irigasi tersebut, kondisi perekonomian petani terpuruk.

“Karena tidak ada air yang mengaliri persawahan petani terpaksa beralih bercocok tanam jagung. Sementara hasil dari jagung tidak maksimal, dibandingkan penghasilan dari bertani padi,” bebernya.

Aliwongso Sinaga bersama masyarakat di persawahan Pamatang Panombean.

Selama kerusakan irigasi tersebut sekitar lima tahun petani di dua nagori bertani jagung. Kalau bertani jagung dalam dalam satu hektar petani maksimal hanya memperoleh panen sekitar 3 ton. Hasil dari bertani jagung tersebut tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Sedangkan bertani padi bisa menghasilkan minimal 6 ton gabah dalam lahan satu hektar. Hasilnya cukup memuaskan dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Aliwongso Sinaga memgecek areal persawahan yang dialiri air dari irigasi yang diperbaiki.

Pangulu Pamatang Panombean, Jarosman Sinaga, menambahkan, tanpa ada campur tangan Aliwongso Halomoan Sinaga, irigasi yang sudah bertahun-tahun rusak tersebut kemungkinan tidak akan diperbaiki. Dan selama itu juga petani beralih bercocok tanam jagung.

Diceritakannya, pertama kali longsor merusak irigasi sepanjang 30 meter tersebut, pihak Pemkab Simalungun sudah dua kali melakukan perbaikan. Namun, perbaikan tersebut tidak bertahan lama, hanya sebentar diperbaiki langsung rusak.

“Setelah perbaikan dan longsor kembali terjadi, Pemkab Simalungun tidak memberikan perhatian lagi. Bahkan, sampai lima tahun irigasi itu dibiarkan rusak, sehingga air tidak masuk lagi ke areal persawahan petani. Selama itu jugalah petani beralih bertanam jagung dan tanaman keras,” paparnya.

Jarosman Sinaga, mengaku sangat bangga dengan kinerja Aliwongso Halomoan Sinaga sewaktu duduk di DPR RI. Banyak berbuat untuk masyarakat. Bertindak cepat dan tanpa pamrih.

“Harapan kita Aliwongso Halomoan Sinaga kembali duduk di DPR RI. Masyarakat harus bijaksana dalam menentukan pilihan. Jangan karena ada imbalan uang, masyarakat dibutakan atas perbuatan-perbuatan baik. Jadilah pemilih yang bijaksana dan demokratis,” tegasnya.

Aliwongso Halomoan Sinaga, mengucapkan terima kasih atas antusias dan penyambutan masyarakat Pamatang Panombean. Ia mengatakan, sebagai anggota DPR RI yang dipercaya masyarakat seyogianya harus menjadi pejuang masyarakat.

“Kita adalah pejuang rakyat. Pejuang rakyat memberikan kail dan bukan memberikan ikan. Karena dengam kail, masyarakat bisa mendapatkan ikan banyak. Orang yang nikmat dan cerdas adalah orang yang memilih kail sebagai masa depan,” bebernya.

Calon yang diusung Partai Golkar nomor urut 5 ini, mengharapkan kiranya menjadi pemilih cerdas. Menolak keras politik uang. Karena politik uang atau money politik bisa merusak dan mengabaikan kepentingan masyarakat. (st)

Bagikan: